Citizen Journalism

Posted by: Bagus  :  Category: Positive Mind

With the evolution of the internet and other technologies, the universe of people who can contribute information to the public debate, has greatly expanded. The line between traditional media and citizen journalists continues to blur, as both take advantage of all the possibilities the internet has to offer (Mary-Rose Papandrea).

 

Sekitar tahun 1997, seorang bernama John Barger memperkenalkan istilah weblog, yang merujuk pada kelompok situs pribadi yang diperkini secara berkala. Kata itu kemudian disingkat menjadi blog yang cepat populer. Tadinya, blog sekadar daftar pranala yang disukai pemiliknya, beserta sedikit catatan. Kini, blog telah menjadi medium ekspresif tempat setiap orang bisa membagi cerita tentang apa yang dia pikirkan dan kerjakan, kemudian ditanggapi orang lain secara online.

Indonesia mungkin merupakan Negara satu satunya di dunia yang mempunyai hari blog nasional. Hari tersebut jatuh pada setiap tanggal 27 Oktober. Satu hari sebelum hari sumpah pemuda diperingati. Momentum ini dicetuskan oleh pemerintah melalui Menkominfo pada saat perhelatan Pesta Bloger 2007 di Jakarta. Awalnya tanpa rencana. Namun melihat antusiasme peserta Pesta Blogger, akhirnya dicetuskanlah ide untuk membuat hari blog nasional ini. Ide ini tentu saja langsung mendapat sambutan meriah dari para peserta pesta blog dan para blogger nasional pada umumnya. Hari blog nasional ini secara tidak langsung telah mengangkat nama Indonesia selangkah lebih maju dalam kebebasan mengutarakan pendapat. Tidak sedikit blogger dari mancanegara yang harus menjalani hotel prodeo hanya karena tulisan tulisannya di blog telah mendiskreditkan pemerintah. Di Malaysia tercatat paling tidak telah ada 2 blog yang dibreidel oleh pemerintah berkuasa. Di China ada beberapa blogger yang juga telah mengalami tidak nyamannya disidang dan dipenjara. Namun di Indonesia peristiwa seperti itu tidak akan pernah terjadi. Sebuah langkah dinamis pemerintah yang harus kita berikan applaus.

Melalui kehadiran internet (blog), wajah jurnalisme pun semakin bervariasi. Kini, muncul konsep jurnalisme warga (citizen journalism) berbasis internet. Blog Ohmynews di Korea yang didirikan Kim Soung Su, misalnya, bisa jadi contoh sukses media alternatif yang berpengaruh di negerinya. Di Indonesia pun mulai bermunculan blog-blog serupa. Konsep citizen journalism ini kemungkinan akan mempunyai masa depan yang lebih cerah, dikarenakan ada beberapa aspek journalism yang dipangkas dan menjadi lebih sederhana. Proses peliputan yang kroyokan menjadi salah satu kekuatan utama blog. Jika kita ingin mencari sebuah informasi tentang infotainment misalnya, akan banyak sekali info yang kita bisa dapat dari beberapa blog. Respon warga masyarakat, citizenship, dalam merespon sebuah peristiwa memang lebih cepat jika dibandingkan dengan respon redakturial sebuah journalism media massa konvensional.

Fenomena warga biasa menjadi pewarta ini pun memunculkan perdebatan soal kredibilitas dan akurasi. Sebenarnya bergantung pilihan blog atau situs yang mengusung konsep jurnalisme warga itu sendiri. Ingin sekadar bagi-bagi cerita, atau memuat informasi yang cukup krusial? Kalau ingin memuat content pemberitaan ada baiknya blogger memahami prinsip dasar 5W1H yang merupakan standar dasar operasional bagi wartawan. Artinya keakuratan dan validitas berita yang ditampilkan bisa dipertanggungjawabkan. Karena wartawan masyarakat disini juga bertindak sebagai editor, redaktur dan juga publisher. Luar biasa bukan. Betapa sederhananya konsep jurnalisme warga ini. Dan ini bisa dikerjakan oleh semua warga asalkan terhubung dengan dunia maya. Kemampuan komputer tidak mutlak diperlukan Karena banyak blog yang sudah menampilkan user interface yang sangat sederhana.

Dengan adanya hari blog nasional, artinya kebebasan individual dalam mengungkapkan pendapat amat sangat dihargai. Pemerintah sebagai institusi tertinggi saja akan menghormati setiap warganya yangmempunyai pendapat, apapun pendapatnya itu. Terlepas dari pro dan kontra yang kemudian ditimbulkan, sudah sepantasnya kita sebagai masyarakat dewasa, mulai menerima berbagai perbedaan pendapat yang muncul di masyarakat. Kita hanya harus berlajar dari perbedaan pendapat yang ada. Keyakinan bahwa setiap orang adalah unik dan mempunyai sesuatu untuk disampaikan adalah kemampuan adiluhur manusia modern. Masih ingat dengan Coppernicus yang dihukum mati karena menyatakan bahwa bumi ini bulat. Dikemudian hari ternyata semua manusia waras di muka bumi ini mengakui bahwa bumi ini bulat. Ya mungkin memang sudah takdirnya Coppernicus harus mengakhiri umurnya seperti itu.

Terlepas dari pedas tidaknya kritik yang dilontarkan oleh sebuah blog, sebaiknya kta bersama memaknai sebagai sesuatu yang positif. Artinya membangkitkn kesadaran praktis untuk belajar lebih baik lagi. Tidak kemudian menghujat dan mensabotase baik secara fisik maupun mental. Di dalam bagusblog™ ini banyak memuat kritik-kritik yang menurut sebagian orang kelewat pedas. Sudah banyak juga teguran ataupun hujatan yang secara langsung diarahkan kepada saya selaku pemilik dan penulis bagusblog™. Namun selama saya masih meyakini kebenaran apa yang saya tuliskan, segala macam hujatan baik yang bersifat fisik maupun mental tidak akan dihiraukan. Semata-mata agar masyarakat mendapatkan pembelajaran dari sebuah proses yang terjadi, dan tidak mengulangi proses yang sama. Keledai tidak akan jatuh ke lubang yang sama.

Sharing tulisan ini di :
  • Facebook
  • Twitter
  • MySpace
  • Tumblr
  • del.icio.us
  • LinkedIn
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • FriendFeed
  • Yahoo! Bookmarks
  • Digg
  • Print
  • email
  • PDF
  • RSS

Leave a Reply

cell phone batteries