Meruntuhkan Hegemoni Amerika

Posted by: Bagus  :  Category: Positive Mind

Dulu rata-rata kita menduga kalau alasan Amerika berperang ke Iraq ini karena :

  • Amerika ingin menghancurkan Islam
  • Amerika ingin melibas terorisme
  • Amerika itu memang bandit
  • Bush mau dendam secara pribadi kepada Saddam yang dulu gagal dihancurkan Bapaknya Bush Senior.
  • Ini ulahnya Yahudi (intelektual kriminal Perle & Wolfowitz ) yang saat itu jadi penasehat utamanya Bush
  • Ini perang buat menguasai minyaknya Iraq…
  • Dan variasi-variasi lainnya.

Kini terbukti semua pandangan itu tidak 100% salah tapi juga “salah” karena itu semuanya cuma masalah kecilnya saja. Semua dugaan kita Itu semuanya tidak menjelaskan alasan utamanya perang Iraq ini dari sudut pandang si Amerika sendiri.

Karena, tujuan paling utama dari perang Iraq ini adalah:

Menyelamatkan dollar dari euro

Di mata Amerika yang dulu menghadiahkan rezim Suharto ke Indonesia, dosa Iraq yang terbesar adalah ketika Iraq (Saddam) tahun 2000 lalu minta ke PBB supaya semua minyaknya dibayar menggunakan euro; plus semua uang milik Irak ($10 bilyun) dikonversikan ke euro dari dollar.

Dulu semua orang bilang kalau itu ide Saddam ini tindakan bodoh karena euro waktu itu masih 90% dari nilai dollar dan euro pun dari sejak dikeluarkan (Januari 1999) terus menerus terdepresiasi lawan dollar yang waktu itu demand (permintaan) nya memang kuat sekali karena penipuan akuntasi besar-besaran sedang terjadi di bursa efeknya — dan investor asing juga perlu dollar untuk main di bursanya..

Tapi, sekarang ini euro ternyata sudah terapresiasi sebesar hampir 100% dari harga sebelumnya! Berarti apa, langkah “gilanya” Saddam tahun 2000 dulu itu ternyata sangat menguntungkan dan bahkan jenius!

Langkah ini pula yang sekarang sedan g dikaji oleh Iran yang cuma mau menerima transaksi minyak dengan euro dan menolak dollar. Dan di dunia ini, kartel perdagangan yang terkuat ya cuma minyak saja.

Kartel mobil, atau komputer, atau produk-produk lain praktis tidak eksis. Minyak — siapapun harus beli minyak. Terus perhatikan lagi, anggota OPEC itu rata-rata isinya adalah musuh-musuh Amerika yang nyata-nyata memang benci kepada Amerika, karena rata-rata negara Islam, yang bukan Islam pun seperti Venezuela yang dipimpin sama presiden Chavez malah lebih parah lagi anti Amerikanya.

Kalau saja semua anggota kartel minyak ini memang mau “jahat” dan main “evil” terhadap Amerika, maka caranya gampang sekali: mereka cukup bilang, kita sekarang cuman mau transaksi pake euro dan selesailah dollarnya Amerika! Bangkrut serta kiamat jugalah si kapitalis Amerika ini!

Kita yang tidak punya background ekonomi mungkin bingung. Koq bisa bangkrut?


Orang yang bisa hitung-hitungan ekonomi bisa menjelaskan begini, Kalau kita punya uang tunai $1, di tangan, maka secara ekonomi itu artinya adalah Anda memberi hutang ke Bank Federalnya Amerika dan Bank Federalnya Amerika itu “berjanji” akan membayar hutangnya sebesar $1 itu! .

Sekarang, karena kita tinggal di Indonesia yang rupiahnya sangat parah itu; maka jelas secara rasional kita berusaha terus memegang $1 ditangan itu dari pada ditukar ke rupiah. bukan begitu! Jadi, secara ekonomi itu artinya Bank Federal Amerika tidak perlu menebus hutangnya karena hutangnya yang $1 itu tidak kita minta untuk dibayar.

Artinya: Amerika itu bisa berhutang tanpa perlu bayar sama sekali – (sepanjang ekonominya memang masih kuat!) sepanjang greenback atau dollar itu masih jadi standard pengganti emas.

Dengan alasan inilah makanya Amerika itu berani main defisit gila-gilaan selama ini karena toh mereka MEMANG tidak perlu membayar defisitnya sebab orang sedunialah yang harus membayar defisitnya Amerika itu!

Supaya jelas mari kita lihat rupiah; kalau budget RI itu defisit maka negara Republik Indonesia ini harus nombok dengan cara menjual barang (eksport) atau mencari utangan (CGI). jadi, defisitnya negara seperti Indonesia yang gemah ripah loh jinawi ini betul-betul adalah “defisit” yang harus dibayar; yang kalau tidak bisa bayar ya seperti yang kita alami pada tahun 1997 yang sampai sekarang juga belum pulih yaitu KRISMON!

Tapi Amerika lain! Defisit buat Amerika berarti justru malah positif karena defisit Amerika itu cara bayarnya adalah dengan cara memotong nilai $1 yang kita pegang itu secara intristik. Berarti, kalau Amerika defisit maka yang rugi adalah kita orang non-Amerika yang pegang dollar!

Cara kerja sistem ekonomi kapitalis yang imperialistik ini berlaku sepanjang orang seperti kita dan negara Republik Indonesia itu masih “percaya” dengan dollar dan menyimpan cadangan devisanya dalam bentuk dollar!

Eropa tahu persis tentang strategi makan gratis dan utang tidak perlu bayar ini. Karena itulah Eropa sekarang punya euro. Tujuannya Euro sebetulnya ya cuma satu itu: ikut menikmati utang gratisan dari orang-orang seperti kita tadi.

Dan saudara-saudara sekalian yang paling mengerikan buat amerika yang diambang kiamat itu apa? itu adalah kenyataan bahwa 80% US$ itu ada di luar negeri ya ditangan negara-negara seperti Indonesia ini, Cina,Jepang, India dan negara-negara asia lainnya .

Apa arti situasi begini bagi AMERIKA? ya seperti saya tadi bilang…, KALAU mendadak saja semua negara penghasil minyak bilang “sekarang kita transaksi cuman pake euro”! Dan ini mungkin sekali terjadi karena semua negara perlu beli minyak! Sehingga tekanan dari negara penghasil minyak itu bakal membuat negara-negara sepetti Cina atau Jepang menjual dollarnya dan beli euro.

Semuanya HEGEMONI Amerika dalam sekejab akan berantakan dan ini artinya apa?…KIAMAT buat AS

Sebab kalau ini terjadi ini artinya sama saja dengan semua negara-negara pemegang US$ itu bilang…Amerika sekarang kamu harus bayar utang! Dan tentu saja: kalau dalam sekejab Amerika pun harus membayar hutangnya dan mendongkrak Euro tadi, dalam sekejab pula ekonomi Amerika bangkrut berantakan persis seperti waktu bank dalam negeri di rush nasabahnya jaman krismon dulu. Dan lebih mengerikan lagi, ekonomi Amerika pun bisa dalam sedetik bakal inflasi ribuan persen (karena semua orang menjual dollar dan membeli euro), perusahaan Amerika menjadi tidak ada harganya [persis seperti krismon di Indonesia tahun 1998 dulu] dan ajaibnya lagi — orang Amerika pun tiba-tiba jadi persis sama dengan orang-orang miskin dari Afrika sana karena mendadak saja semua kekayaan mereka itu cuma kertas tidak ada harganya. Dan lebih sial lagi…, dengan bangkrutnya dollar praktis cuma Amerika bakal bangkrut sendirian, negara-negara lain tidak ikut bangkrut karena ada Euro yang bisa menjadi penyelamatnya!

Sharing tulisan ini di :
  • Facebook
  • Twitter
  • MySpace
  • Tumblr
  • del.icio.us
  • LinkedIn
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • FriendFeed
  • Yahoo! Bookmarks
  • Digg
  • Print
  • email
  • PDF
  • RSS

3 Responses to “Meruntuhkan Hegemoni Amerika”

  1. Lia Says:

    Duuuh…kalo yang beginian aku gak ngerti deh mas dokter…
    Yang jelas saya ngerasa punya utang budi sama pemerintah Amerika karena mereka udah ngebiayain sekolah saya.
    Abis pemerintah Indonesia samasekali gak menghargai kemampuan saya sih. Tapi bukan berarti saya udah gak cinta Indonesia lho….Indonesia mah tetep tiada duanya dah !
    Btw, saya pindah “rumah”…mampir dong ah….

  2. Hady Bajor Says:

    Hallo Dr. Bagus

    Saya coba komentar dan sekalian kenalan langsung dengan dokter setelah saya baca tulisan tentang meruntuhkan hegemoni US , juga sebelumnya dokter pernah kasih opini di Millis Methadone Indonesia tentang Methadone produk lokal.

    Balik lg sama “meruntuhkan hegemoni Amerika” , baru2 ini PM Australia ketika berkunjung ke ke istana dan berbicara langsung dengan SBY tentang rencana blok baru yaitu UNI ASIA-PASIFIK , begitu juga layangan surat dari Mentri Luar Negri US ke SBY untuk memulai blok ASIA-PASIFIK. Sebagai negara yang secara geografis berada di katulistiwa dan pintu gerbang menuju Pasifik juga Asia tentu Indonesia cukup menjadi kunci dari terbentuknya rencana blok baru ini.

    Tentang Minyak yang naik dan memecahkan rekor penawaran tertinggi di milenium ini merupakan hal yg tidak bisa dibendung oleh negara2 berkembang bahkan US sendiri. Terbukti banyak kepala2 negara kecil di kepulauan Pasifik yang akhirnya jatuh karena tekanan minyak. Belum lagi tekanan globalisasi,tentu membuat negara2 berkembang sangat rentan dengan perkembangan cepat prekonomian dunia (kapitalisasi) yang dipegang oleh kelompok2 pebisnis dari Negara2 maju (G-8).

    Hmm..intinya.., dimana peran dan posisi tawar kita sebagai negara yg punya andil kuat di south east Asia dan Asia raya setidaknya. Ketergantungan kita dengan US atau pun negara2 G-8 lainnya masih belum bisa terlepas, baik dalam bantuan ekonomi atau pun hiba2 yg bersifat membantu (katanya-red).

    Itu ajadeh..panjang banget saya coment-nya.

    Thx Dok.
    Regard

    Bajor

  3. gringo Says:

    maunya sih percaya sama obrolan sampean mas dokter..tapi karena sahaya tinggal di amrik..en tau kualitas wong2 londo di sini, jadi untuk kali ini sahaya nggak setuju deh sama obrolan sampeyan..soal’e nggak segampang seperti yg sampeyan obrolkan itu lho..kecuali semua bangsa di jagat ini kepingin bablas angine..ya monggo ganti saja dollar2 sampeyan pake euro yg sedang megos2 saiki….sahaya saja nyesel koq keburu2 beli euro mas…sahaya rugi banyak di pasar he he he…nilai dollar lengser itu bagus buat amrik mas…perusahaan2 di sini jadi bisa jualan lagi..kemaren itu agak ketinggian nilainya..jadi nggak laku barang2 perusahaan sahaya…kalah sama negoro cino ..murah’e amit2 deh itu barang cino…yah gitu wae mas…sujud tahjud ka gusti allah saja agar indonesia raya nggak kena imbas’e gonjang ganjing ekonomi amrik.

    salam buat mas wiranto en prabowo sing akur yo…ojo maen petasan terus2an bisa jantungan sakabeh dulur di indonesia raya…wasalam…

Leave a Reply