<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hai mahasiswa,.. Mana Akal Cerdasmu ?</title>
	<atom:link href="http://bagusblog.com/2008/11/hai-mahasiswa-mana-akal-cerdasmu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bagusblog.com/2008/11/hai-mahasiswa-mana-akal-cerdasmu/</link>
	<description>Ketika kata-kata menjadi sebuah imaji</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Nov 2009 09:26:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: kagendra</title>
		<link>http://bagusblog.com/2008/11/hai-mahasiswa-mana-akal-cerdasmu/comment-page-1/#comment-63</link>
		<dc:creator>kagendra</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 04:49:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sabaroedin.com/bagusblog/2008/11/08/hai-mahasiswa-mana-akal-cerdasmu/#comment-63</guid>
		<description>masalahnya dok, media itu bagaikan pedang bermata dua. dan sekarang kondisinya media sedang membelah dada bearernya dengan membabi buta</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masalahnya dok, media itu bagaikan pedang bermata dua. dan sekarang kondisinya media sedang membelah dada bearernya dengan membabi buta</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Popi</title>
		<link>http://bagusblog.com/2008/11/hai-mahasiswa-mana-akal-cerdasmu/comment-page-1/#comment-62</link>
		<dc:creator>Popi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 10:38:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sabaroedin.com/bagusblog/2008/11/08/hai-mahasiswa-mana-akal-cerdasmu/#comment-62</guid>
		<description>setubuh dok. Ketika awal muncul, aku berharap baik pada parodi politik bahwa ini akan menjadi otokritik pemerintah dan merangsang mahasiswa untuk berpikir kritis, eee tapi kok kesini-kesininya yaa gak beda sama acara dagelan lain. Mahasiswa cuma dilatih untuk sinis dan menertawakan, tapi tidak berpikir solutif</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setubuh dok. Ketika awal muncul, aku berharap baik pada parodi politik bahwa ini akan menjadi otokritik pemerintah dan merangsang mahasiswa untuk berpikir kritis, eee tapi kok kesini-kesininya yaa gak beda sama acara dagelan lain. Mahasiswa cuma dilatih untuk sinis dan menertawakan, tapi tidak berpikir solutif</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
