Sepuluh mitos mengenai HIV yang seharusnya Anda ketahui

Posted by: Bagus  :  Category: Boogiepedia, HIV/AIDS/STI

Selama hampir 30 tahun, HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) telah menimbulkan berbagai mitos dan kesalahan pahaman. Kadangkala mitos ini selalu dihubungkan dengan perilaku tertentu yang akan menyebabkan seseorang terkena HIV. Berikut ini adalah 10 mitos yang tersering muncul di dalam pemahaman masyarakat sehari-hari :

Mitos no 1. Seseorang bisa tertular HIV jika bergaul sehari-hari dengan orang yang HIV positif.

Fakta medis menunjukkan bahwa HIV tidak bisa tersebar melalui sentuhan, keringat, atau air mata. Anda juga tidak bisa terinfeksi HIV melalui :

  • Menghirup udara bersama-sama dengan orang yang HIV positif
  • Menyentuh tempat duduk toilet atau gagang pintu setelah disentuh oleh orang HIV positif
  • Minum dari satu sumber (satu gelas) dengan orang HIV positif
  • Berpelukan atau bersalaman dengan orang HIV positif
  • Makan sepiring berdua dengan orang HIV positif
  • Menggunakan peralatan olahraga bersama-sama dengan orang HIV positif.

Anda bisa tertular HIV melalui media darah, cairan semen, cairan vagina dan air susu ibu yang sudah terinfeksi.

Mitos no 2. Tidak perlu khawatir untuk tertular HIV karena sudah ada obatnya

Memang benar bahwa obat-obatan antiretroviral (ARV) telah mampu meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV positif. Namun obat-obatan ini masih sangat mahal jika dilihat dari sudut pandang kesehatan masyarakat (walaupun pemerintah kita sudah menggratiskan) dan mempunyai efek samping yang kadang bisa berakibat serius. Saat ini tidak ada obat yang mampu menyembuhkan dari infeksi HIV. Selain itu juga terdapat beberapa virus HIV yang sudah resisten dengan obat-obatan ARV tertentu

Mitos no 3. Seseorang bisa tertular HIV dari gigitan nyamuk

Karena HIV tertular melalui darah, banyak orang yang khawatir bahwa gigitan nyamuk bisa ikut menyebarkan HIV. Beberapa penelitian tidak menunjukkan bukti ilmiah bahwa gigitan nyamuk mampu menularkan HIV. Bahkan daerah yang banyak nyamuknya tidak memiliki angka HIV yang tinggi. Ketika nyamuk atau serangga menggigit manusia, nyamuk tidak memuntahkan lagi darah yang telah dihisapnya. Selain itu juga HIV tidak mampu bertahan hidup di dalam tubuh nyamuk.

Mitos no 4. Kalau sudah terkena HIV berarti tinggal menunggu kematian saja

Pada masa-masa awal epidemi HIV, angka kematian masih sangat tinggi. Namun saat ini obat-obatan ARV telah mampu menurunkan angka kematian pada ODHA, padahal angka temuan kasus meningkat setiap tahunnya.

Mitos no 5. AIDS adalah skenario pembunuhan besar-besaran suatu ras tertentu (genocide)

Dalam sebuah penelitian didapatkan bahwa sekitar 30% orang afrika-amerika dan orang-orang latin yang tinggal di Amerika mempercayai bahwa HIV adalah sebuah skenario besar untuk mengeradikasi ras mereka. Keyakinan yang sama juga sempat terjadi di Papua (bahkan mungkin masih sampai saat ini). Kenyataannya memang pada ras-ras tersebut memiliki tingkat pelayanan kesehatan yang masih rendah.

Mitos no 6. HIV hanya akan mengenai kaum homoseksual, pengguna narkoba dan penjaja seks.

Survey memang membuktikan bahwa seseorang akan terkena HIV dari hubungan homoseksual dan penggunaan narkoba melalui jarum suntik bersama-sama. Namun ada sekitar 16% pria dan 78% perempuan yang juga terinfeksi HIV melalui hubungan seks berlainan jenis (heteroseksual).

Mitos no 7. Jika sudah mengkonsumsi ART maka tidak akan menyebarkan HIV kepada orang lain.

Ketika seorang ODHA mengkonsumsi ARV dengan tingkat adherence yang baik, maka ARV tersebut akan dapat mengurangi jumlah virus dalam peredaran darah bebas di tubuh seseorang. Bahkan sampai tingkat undetectable. Namun sejumlah penelitian menunjukkan bahwa meskipun undetectable, namun virus tersebut masih bisa bersembunyi di bagian lain tubuh kita. Sangat penting untuk melakukan praktek seks yang aman untuk mencegah penularan HIV kepada orang lain.

Mitos no 8. Pada pasangan yang keduanya sudah terinfeksi HIV, maka tidak perlu melakukan seks yang aman.

Pada pasangan yang keduanya sudah HIV positif tetap wajib untuk menggunakan kondom ketika berhubungan seks. Karena mungkin saja strain virus keduanya berbeda. Juga untuk menghindari resistensi silang yang akan menyulitkan pengobatan.

Mitos no 9. Seseorang yang terlihat sehat pasti tidak terkena HIV

HIV bisa tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun. Namun selama masa itu orang tersebut masih potensial untuk menularkan virus kepada orang lain.

Mitos no 10. seseorang tidak mungkin terinfeksi HIV dari oral sex

Memang benar bahwa oral seks adalah hubungan seks dengan resiko yang paling kecil. Namun masih bisa menularkan HIV jika terdapat peradangan atau micro lesi (perlukaan kecil) pada permukaan mukosa mulut.

Sharing tulisan ini di :
  • Facebook
  • Twitter
  • MySpace
  • Tumblr
  • del.icio.us
  • LinkedIn
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • FriendFeed
  • Yahoo! Bookmarks
  • Digg
  • Print
  • email
  • PDF
  • RSS

Leave a Reply