July 30, 2009
Posted by: Bagus : Category:
Uncategorized
Tadi pagi sewaktu sedang asyik berkutat dengan kerjaan rutin, tiba-tiba handphone saya berbunyi. Dari nomornya terlihat sangat aneh. Penasaran kemudian saya jawab.
Ternyata di ujung telepon terdengar suara seorang cewek bule yang sudah tidak asing lagi buat saya. Rupanya kolega saya ini menelepon dari negaranya.
“Hallo, good day. Can I speak to Bagus?”
“Yes this is me Esther, how do you do?”
“How do you know my name?” Tanya Esther.
“Yeahh, your voice very familiar to me.”
Kemudian singkat cerita dia bercerita bahwa salah satu tim dia akan datang ke ICAAP di Bali. Teman dia ini datang dari Afrika Selatan tapi akan menggunakan pesawat Cathay yang transit dulu di Hongkong. Dia kemudian meminta saya agar menyuruh salah seorang staf untuk menjemput teman dia di bandara. Okay, kemudian saya catat detilnya.
“So your friend will have a flight directly from HKG to CGK?” Tanya saya untuk memperjelas.
“No no no,… My friend will have a direct flight from HKG to DPS,” katanya.
Terus terang saya rada bingung karena base saya bukan di Bali. Tapi oke lah saya bisa minta staf yg di Bali buat menjemput.
“So which hotel did your friend booked already?” Tanyaku.
“At grand Bali.”
Saya mikir rada lama, Grand Bali yang mana ya,…??
“I don’t know where the hotel is. In fact I never heard of it,” kataku.
Nah sekarang giliran Esther yang bingung.
Kemudian dia terdiam sekitar 10 detik.
“Ooooh, I am sorry Doctor Bagus. I thought I called Bagus from the Hotel,…”
Seketika tawa kami pecah.
Rupanya dia mengira bahwa dia sedang menelepon Ida Bagus, petugas reservasi hotel di Bali. Kemudian dia berkali-kali minta maaf atas kejadian itu.
“I am really sorry. I am very embarassed about it,” katanya.
“Its okay Esther, everybody can do such a mistake,” kataku sambil cengengesan. Setelah itu kita ngobroll agak lama menanyakan kabar masing-masing.
Ha ha ha,…
Ada-ada saja,…
August 16, 2008
Posted by: Bagus : Category:
Uncategorized
Posted by mobile phone:
Sering diwacanakan dalam berbagai kesempatan bahwa bangsa kita ini merupakan bangsa yang sangat majemuk. Banyaknya suku bangsa tidak menjadikan negeri ini saling menjauhi satu sama lain. Toleransi sebenarnya sudah ada semenjak jaman dahulu kala. Namun entah mengapa, ada suatu masa yang menjadikan semangat kemajemukan ini makin lama makin pudar. Ironisnya, pada saat itu justru gencar gencarnya dihembuskan angin persamaan berbangsa.
Pada prinsiipnya memang setiap orang pasti berbeda. Bahkan diantara saudara kembar sekalipun tidak akan ditemukan satu kesamaan. Jadi fitrahnya manusia memang diciptakan agar dapat saling mempelajari perbedaan yang sudah digariskan.
Pernahkan terpikir, seandainya manusia diciptakan homogen. Semuanya serba sama. Mulai dari jumlah alis sampai dengan bentuk kuku jempol kaki yang sama. Segala sifat juga sama. Tidak ada yang berbeda. Orang tidak mengenal manusia yang dermawan karena memang tidak pernah ada manusia yang kikir. Kita juga tidak akan mengenal laki laki atau perempuan yang rupawan karena memang tidak ada yang jelek. Tidak ada orang baik, karena orang jahat juga tidak ada.
Cukup ngeri jika kita membayangkan hal demikian terjadi. Manusia menjadi tidak memiliki emosi dan nafsu. Hakikat perbedaan dalam setiap individu adalah pengendalian diri pada masing masing pribadi. Memang betul tidak akan pernah ada manusia yang sempurna. Justru dengan hadirnya manusia lain, akan menyempurnakan pribadi kita. Jangan apriori jika melihat sebuah kepribadian yang tidak sesuai dengan isi hati anda. Juga jangan berpikir negatif tentang kepribadian minus seseorang. Jangan jumawa dengan segala kelebihan yang anda miliki.
Jika anda ingin menjadi manusia sempurna, mulailah dengan menerima sisi lain dari homo sapiens yang berbeda. Apapun sisi tersebut terimalah sebagai pelengkap hidup dan kepribadian anda.